Paradoks Kapamongan

Menjadi pamong adalah paradoks

Paradoks untuk tidak rendah diri
Tetapi tidak terlalu percaya diri
Paradoks untuk penuh berperan menjadi
Namun tetap jadi diri sendiri

Menjadi pamong adalah paradoks

Paradoks untuk menyadari semua persepsi
Tanpa terbawa oleh asumsi dan spekulasi
Paradoks untuk menerima label yang diberi coachee
Merasa tanpa merana atau terintimidasi

Menjadi pamong adalah paradoks

Paradoks bahwa semua emosi adalah energi
Energi positif atau negatif, keduanya memiliki arti
Sadari dan hadiri semuanya tanpa kecuali
Karena mungkin ada kesadaran baru yang tengah menanti

Menjadi pamong adalah paradoks

Tak semua pertanyaan mampu menginspirasi
Kadang malah sebaliknya bikin sesi tak berisi
Perlu wawasan dan latihan memprovokasi
Mencari pertanyaan yang mengeksplorasi

Menjadi pamong memang paradoks

Ia bukan sekedar melakukan sekali sekali dalam sesi
Apalagi dengan niat sempit sekedar akreditasi
Ia perlu jadi sikap menyatunya pikir-ucap-laku sehari-hari
Mungkin itulah beda antara pamong yang berperan dengan pamong yang beneran

Sampurasun 🙏🏻
#RenunganLepasMentoring

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.